Wisata Murah Alun-Alun Puputan

lapangan puputanWisata ke Bali tak harus mahal. Karena daerah ini memiliki sejuta pesona yang bisa digunakan untuk meingistirahatkan diri sejenak dari rutinitas padat yang menyita perhatian. Salah satunya adalah Alun-Alun Puputan. layaknya kota-kota yang lain, Alun-Alun Puputan merupakan alun-alun kota Denpasar yang tak hanya menjadi ruang terbuka hijau perkotaan namun juga menjadi sebuah wisata alternatif yang bisa dikunjungi bersama keluarga ataupun seorang diri. Menghabiskan sore dan malam yang indah sembari menikmait sejuknya udara di sekitar taman yang juga dikenal dengan nama Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung. Tak hanya sebagai tempat rekreasi, Alun-Alun Puputan juga menjadi saksi sejarah betapa besar perjuangan rakyat Bali dalam menghadapi agresi Belanda dalam Perang Puputan.

para-punggawa-di-alun-alunPerang Puputan berati perang secara penghabisan yang berasal dari kata puput yang dalam bahasa Bali berarti tanggal, putus, habis, atau mati. Kala itu Perang Puputan berlangsung antara Kerajaan Badung yang marah terhadap intervensi Belanda. Belanda menuduh masyarakat sekitar Sanur mencuri barang yang ada di kapal milik pedagang Cina bernama Kwee Tek Tjiang yang terdampar di Pantai Sanur pada 27 Mei 1904. Belanda meminta tebusan meski masyarakat Sanur telah memberikan pertolongan dengan memberikan muatan kapal kepada pemiliknya. Belanda kemudian menggempur kota Denpasar dengan menembakkan meriam pada pagi-pagi buta, tepatnya pada 20 September 1906. Raja Badung beserta rakyat akhirnya melawan hingga titik darah penghabisan meski hanya bermodalkan senjata berupa keris dan tombak. Banyak korban yang berjatuhan dari Laskar Badung yang mengenakan pakaian serba putih lantaran kalah dari segi jumlah dan senjata.

patung catur mukaDi area bekas lokasi Perang Puputan inilah yang menjadi area Alun-Alun Puputan dan sebagai tapal kota. Alun-alun ini menjadi titik nol Kota Denpasar dan menjadi pusat Bali. Di sebelah alun-alun ini terdapat Museum Bali dan Pura Agung Jaganatha. Selain itu, alun-alun ini juga dekat dengan Markas Militer dan patur Catur Muka. Alun-Alun Puputan berada di tengah-tengah Jl. Mayor Wisnu, Jl. Beliton, Jl. Udayana dan Jl. Suropati.  Alun-alun ini dihiasi oleh patung pejuang yang sedang membawa bambu runcing sebagai pengingat peristiwa Perang Puputan. Sebuah panggung berada di sisi utara taman dan kerap digunakan untuk beberapa acara.

alun-alun puputanAlun-Alun Puputan menjadi tempat yang nyaman untuk merasakan sejuknya udara di tengah Kota Denpasar yang padat. Di malam hari, alun-alun ini juga berubah menjadi semacam tempat hiburan dengan banyaknya kelurga dan anak-anak yang menghabiskan waktu bersama. Anda bisa membawa putra-putri anda untuk bermain pada wahana yang disediakan pedagang sekitar, seprti odong-odong. Ada pula penjual balon yang akan membuat buah hati berteriak gembira ketika mendapatkan. Di minggu pagi, kawasan Alun-Alun Puputan juga tak kalah ramainya. Penduduk sekitar memanfaatkan area alun-alun untuk berolahraga, jogging ataupun yang lainnya. Sejumlah komunitas juga memanfaatkan area alun-alun untuk berkumpul, berbincang dan berlatih. Seperti yang dilakukan oleh sjumlah komunitas skateboard, sepeda free style dan masih banyak lagi. Anda yang sedang berada di hotel murah di Bali di sekitar Alun-Alun Puputan tak ada salahnya menikmati sejuknya udara di sekitar alun-alun ataupun berolahraga pagi di sana. Beberapa hotel yang bisa anda jumpai, misalnya:lapangan puputan

Refrensi:

  • http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2010/02/09/mencari-kesejukan-di-lapangan-puputan.html
  • http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2014/07/23/wisata-keluarga-murah-di-alun-alun-kota-denpasar-669897.html

Add a Comment

Your email address will not be published.