Museum Sidik Jari, Lebih dari Sekedar Museum

SONY DSCJika berkunjung ke museum, kita pasti melihat berbagai benda-benda peninggalan sejarah atau pun koleksi-koleksi yang berharga. Namun di Bali, bukan hanya benda sejarah yang dimuseumkan, namun berbagai keindahan alamnya juga berada dalam museum. Semua pesona keindahan tersebut disulap dalam berbagai lukisan yang mengundang decak kagum. Banyak pelukis Bali yang mengabadikan karya mereka dalam museum. Dan setiap orang bisa melihat karya mereka dan merasakan keindahan alam dalam media kanvas.

Museum-Sidik-Jari3Hal yang sama juga bisa anda temukan dalam Museum Sidik Jari. Dari namanya mungkin anda akan mengira bahwa museum ini memajang berbagai data pada sidik jari. Namun museum ini juga layaknya musuem lukis lain di Bali yang menawarkan karya dari seorang pelukis terkenal Bali. Masing-masing pelukis memiliki ciri tersendiri dalam karya mereka. Yang tentunya ciri tersebut tidak bisa ditemukan pada pelukis yang lain. Sehingga masing-masing karya pelukis memberikan warna dan nilai tersendiri bagi para penikmatnya.5_ngurah_gede_pemecutan_big

Dan di Museum Sidik Jari inilah, salah satu pelukis menunjukkan cirinya dalam karya-karya yang ia tampilkan. I Gusti Ngurah Gede Pemecutan berhasil menciptakan teknik melukis dengan menggunakan sidik jari. Meski ia menemukan teknik ini secara tak sengaja, dari sebuah karya yang gagal, namun siapa yang akan menyangka bahwa disitulah awal kesuksesannya.

Kala itu I Gusti Ngurah Gede Pemecutan bermaksud untuk mengerjakan lukisan tari baris yang ia mulai pada 09 April 1967. Namun ia menjadi kesal karena tak kunjung menyelesaikannya. Hingga akhirnya ia menempelkan jemarinya yang penuh cat ke lukisan tersebut dan meninggalkannya. Beberapa waktu kemudian, ia mendatangi lukisan tersebut dan kembali dan merenunginnya. Lukisan tersebut tampak menghasilkan sesuatu yang tidak biasa. Hingga akhirnya ia terinspirasi untuk membuat lukisan dengan jari telunjuk.

Lukisan-sidik-jariKarya I Ngurah Gede Pemecutan ini bisa diaktegorikan sebagai dalam aliran pointilisme. Namun umumnya pelukis masih menggunakan kuas sebagai alat melukis. Dan inilah yang membedakan I Ngurah Gede Pemecutan dengan para pelukis tersebut. Jari telunjuk dan warna-warna dasar yang ia gunakan menghasilkan perpaduan banyak titik yang menghasilkan gradiasi warna. Tentunya dibutuhkan ketelatenan dan ketelitian yang tinggi untuk membuat lukisan tersebut.

screen-shot-2013-06-26-at-1-18-24-pmBerbagai karya telah dihasilkan oleh I Ngurah Gede Pemecutan dengan teknik yang ia ciptkaan ini. Lukisan berkisah perang puputan Badung merupakan salah satu karya terbaiknya.  Suasana pertempuran antara pasukan Badung, dengan Raja Pemecutan sebagai pemimpinnya, melawan pasukan Belanda digambarkan dengan gugurnya seluruh pasukan. Hanya dua orang bayi yang digambarkan selamat dari perang tersebut. Lukisan ini terinspirasi dari kehidupan ayaknya, Anak Agung Gede Lanang Pemecutan. Karena ayahnya adalah salah satu dari bayi tersebut yang akhirnya menjadi pewaris bangsawan Pemecutan.

img01563-20120422-2004-scaled-1000Tak hanya sebagai pelukis, I Ngurah Gede Pemecutan ternyata juga seorang penyair. Meski hanya menggunakana bahasa yang sederhana, puisi-puisi karyanya memiliki makna yang dalam. Bahkan sebagian dari puisi-puisi ini diabadikan dalam bentuk tulisan di batu layajnya parasti batu tulis. Tak hanya itu, puisi-puisi tersebut juga dibukukan agar kelak bisa menginspirasi para generasi muda.

Museum-Sidik-Jari2Pendirian musuem ini pun, bukan hanya sekedar sebagai tempat menyimpan karya-karyanya. Karena keinginan terbesar dari I Ngurah Gede Pemecutan adalah menjadikan bangunan museum ini juga sebagai tempat pendidikan dna budaya. Dan jadilah museum sidik jari sebagai obyek wisata yang bersifat edukatif. Terlihat dari beberapa kegiatan yang bisa anda ikuti di museum ini begitu mencerminkan proses pendidikan. Anda bisa mendalami berbagai budaya bali dengan mengikuti kursus tari, melukis, tabuh gamelan yang semuanya dibimbing oleh tenaga pengajar yang professional.

Sidik-Jari-Museum-1Bertempat diJl. Hayam Wuruk no.175, Tanjung Bungkah, Denpasar, museum ini mulai didikrikan pada tahun 1993. Berbagai fasilitas juga telah tersedia di museum yang diresmikan pada tanggal 4 Juli 1995 ini. Mulai dari wantilan, café, toilet, serta area parkir yang cukup memadai. Anda tertarik untuk berkunjung? Hanya berjarak 3 km dari pusat kota Denpasar, anda sudah bisa menemukan musuem ini. Museum ini juga dekat dengan hotel di Bali, seperti Praja Hotel Bali dan Oranjje yang akan memudahkan kebutuhan akomodasi anda.

Refrensi:

http://www.wisatadewata.com/article/wisata/museum-sidik-jari
http://www.indonesiakaya.com/kanal/detail/museum-lukisan-sidik-jari-jejak-karya-ngurah-gede-pemecutan

Add a Comment

Your email address will not be published.