Gunung Barujari Kembali Terbatuk, Bali Waswas

wisatawan ke baliSebagai daerah yang kehidupannya bergantung pada sektor wisata, tentu ada banyak hal yang harus Bali waspadai. Salah satunya adalah bencana alam. Meski tidak terjadi di Bali sendiri, bencana alam yang menyerang daerah yang tak jauh dari Bali, seperti Jawa Timur dan Lombok, kerap berdampak pada dunia pariwisata Bali. Dan inilah yang terjadi saat ini dimana Gunung Barujari yang merupakan anak dari Gunung Rinjani, Lombok kembali terbatuk. Setelah sebelumnya pada bulan November aktivitas vulkanis Gunung Barujari meningkat hingga mengganggu sejumlah penerbangan tidak hanya di Lombok, namun juga di Bali. Bahkan lantaran debu vulkanik Gunung Barujari juga sampai di Bali membuat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terpaksa ditutup selama beberapa hari.

gunung barujariDan kini Gunung Barujari kembali terbatuk-batuk pada Senin (30 November 2015) pagi setelah sebelumnya sempat menurun dua hari. Abu Vulkanik tersebut meluncur dari kawah gunung dengan ketinggian 1.500 meter. Sejumlah material vulkanik dan larva pijar juga ikut keluar. Karena aktivitasnya tersebut, status erupsi Gunung Barujari oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ditetapkan pada level dua atau waspada. Erupsi ini diperkirakan akan berlangsung hingga hari ini. Pihak BMKG pun menghimbau kepada warga untuk tidak mendekati Gunung Rinjani dalam radius tiga kilometer. Terjadinya lahar dingin juga harus diwaspadai warga sekitar mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan.

aktivitas-di-bandara-ngurah-raiErupsi Gunung Barujari tidak hanya merisaukan warga Lombok namun juga Bali yang berjarak 4 jam perjalanan dengan menggunakan kapal cepat. Pasalnya kini debu vulkanik Gunung Barujari sudah mengarah ke pulau dewata, terutama untuk yang berada di daerah pantai pesisir selatan Bali. Informasi ini diterima oleh Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar dari satelit himawari. Karenanya pihak BMKG menghimbau masyarakat Bali untuk berhati-hati kala beraktivitas di luar rumah. Meski Gunung Bromo juga mengeluarkan erupsi namun arah anginnya tidak mengarah ke Bali sehingga tidak perlu diwaspadai. Sebaliknya erupsi dari Gunung Barujari yang kini terus dipantai terus menerus mengingat jarak kedua pulau ini yang dekat dengan arah angin yang mengarah ke Bali.

penumpang-di-bandara-ngurah-raiDengan adanya peristiwa ini tentunya akan cukup mengganggu bagi dunia pariwisata Bali. Pantas jika banyak pelaku usaha pariwisata Bali yang waswas. Pasalnya jika erupsi tersebut semakin besar dan mencapai Bali maka akan mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan di Bali. Padahal saat ini sedang memasuki high season dimana biasanya banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara yang menghabiskan libur natal dan tahun baru di Bali. Untuk akses ke Bali mungkin bisa diakali dengan menggunakan jalur darat dan melalui Pelabuhan Gilimanuk apabila Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terpaksa ditutup. Namun tentunya kenyamanan selama liburan di Bali akan berkurang jika abu vulkanik Gunung Barujari juga sampai di Bali. Jadi buat travelers yang hendak berlibur ke Bali, hendaknya kembali memantau jadwal penerbangan menuju ke sana. Terus pantau juga kondisi Bali terkini sebagai upaya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Refrensi:

http://www.antaranews.com/berita/532536/gunung-barujari-kembali-meletus-bali-waspada

Add a Comment

Your email address will not be published.